Kadek G!: PSIKOLOGI UNTUK PENDIDIKAN

PSIKOLOGI UNTUK PENDIDIKAN

Ada banyak ragam tes psikologi yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan anak diberbagai bidang. Beberapa tes yang biasanya  digunakan untuk mengetahui tingkat inteligensi dan kemampuan pada anak-anak diantaranya  skala intelegesi Stanford-Binet, skala wechsler,skala kaufman,dan skala kemampuan diferensial. Ada 15 tes dalam tes Stanford-Binet yang mewakili empat bidang kognitif utama diantaranya penalaran verbal, penalaran abstrak/visual, penalaran kuantitatif dan memori jangka pendek. Penguji juga memiliki kesempatan untuk menilai karakteristik emosional dan motivasional tertentu seperti misalnya kemampuan berkonsentrasi , tingkat aktivitas, kepercayaan diri dan ketekunan. Kemudian skala Wechsler, disamping penggunaannya sebagai pengukuran atas inteligensi umum, skala Wechsler juga digunakan dalam diagnosa psikiatris. Mulai dengan observasi bahwa kerusakan otak, kemerosotan psikosis, dan kemerosotan emosional bisa mempengaruhi sejumlah fungsi intelektual lebih daripada yang lain, Wechsler dan para psikolog klinis lainnya berpendapat bahwa sebuah analisis atas kinerja relative individu pada berbagai subtes yang berbeda seharusnya mengungkapkan gangguan-gangguan psikiatris yang spesifik.
Skala kaufman, Kaufman Assessment Battery for Children (K-ABC), merupakan tes inteligensi yang lebih mutakhir dari tes sebelumnya, skala kaufman member label anak-anak dengan angka tunggal dan evaluatif seperti misalnya IQ tentu saja diadakan melalui penggunaan skor-skor majemuk, analisis profil, dan interpretasi diagnostik. Skala kaufman kurang mengandalkan keterampilan verbal sehingga dapat digunakan sebagai pilihan untuk anak-anak dengan kemahiran bahasa inggris yang terbatas atau pendengaran yang rusak. Selanjutnya yang terakhir adalah skala kemampuan diferensial (Differential Ability Scales) memiliki tujuan mengklasifikasi orang dalam kaitan umum kemampuannya dan menghasilkan profil kekuatan serta kelemahan intelektual individual. DAS menekankan bahwa istilah “intelegensi” dan “IQ” bukanlah bagian dari kosakata melainkan organisasi penentuan skor dan interpretasi fokus skala pada perilaku yang drumuskan dengan tepatlah yang dinilai.
Manfaat penggunaan tes psikologi dalam dunia pendidikan diantaranya dapat digunakan untuk mengklasifikasi anak-anak dengan acuan pada mereka untuk bisa mengambil manfaat dari berbagai jenis pelajaran sekolah yang berbeda-beda, sebagian anak mungkin dapat memahami matematika dengan mudah namun sebagian anak lainnya menganggap matematika adalah pelajaran yang rumit, dengan memahami tingkat pemahaman siswa memudahkan guru dalam memberikan pelajaran dan memberikan bimbingan yang lebih intensif pada siswa yang membutuhkan perhatian lebih sehingga mereka dapat mengikuti materi dengan baik. Demikian pula dengan siswa yang memiliki kemampuan yang menonjol pada satu mata pelajaran tertentu dapat lebih memaksimalkan kemampuannya. Tes psikologi juga digunakan dalam konseling pendidikan dan pekerjaan pada tingkat sekolah menengah dan universitas. Tidak jarang kita menjumpai siswa yang pandai saat sekolah menengah atas kemudian diterima di perguruan tinggi ternama  namun kemudian justru mengalami kemunduran saat kuliah bahkan hingga keluar dan berpindah jurusan, hal ini disebabkan yang menjadi pertimbangan saat pemilihan jurusan tidak hanya kemampuan akademis dan kesesuaian minat tetapi juga prestise maupun pertimbangan kemudahan mendapat pekerjaan saat lulus nanti. 
Melalui tes psikologi, psikolog dapat menginterpretasikan hasil tes dan menyampaikan hasilnya pada pengguna tes dan orang tuanya sebagai dasar acuan dalam pemilihan jurusan maupun dalam pemilihan pekerjaan sehingga sang anak tidak akan merasa terjebak dalam pemilihan jurusan yang salah yang tidak sesuai dengan kemampuan serta bakat dan minat yang ia miliki. Tes psikologi juga digunakan dalam penyeleksian siswa yang melamar masuk sekolah-sekolah professional. Sekolah- sekolah professional menuntut siswanya untuk memiliki keahlian di bidang tertentu sehingga memerlukan seleksi yang lebih ketat dalam penerimaan siswanya, misalnya sekolah penerbang membutuhkan siswa yang memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi. Dengan menempatkan setiap anak sesuai kemampuan dan kebutuhan diharapkan akan didapat hasil yang maksimal dalam setiap tujuan pembelajaran.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Copyright © Kadek G! Urang-kurai